Senin, 22 Oktober 2012

Pilihan bagi Anda sudah bosan dengan pekerjaan kantoran

Menjadi seorang freelancer memang dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sudah bosan dengan pekerjaan kantoran yang tidak fleksibel. Kini, jumlah pekerja freelance sudah semakin banyak, seperti fotografer, desainer, penulis, agen asuransi, programer, dan lainnya.

Sarana Pendukung Seorang Freelancer

Bekerja freelance didorong berkat kemajuan dari Internet yang sudah menjadi bagian hidup. Idealnya, seorang freelancer mencari sendiri pekerjaan yang akan dikerjakannya. Ini dapat dipermudah dengan mencari melalui Internet. Atau bila Anda kesulitan mendapatkan proyek untuk dikerjakan, ada banyak agensi freelance dapat Anda temukan di Internet. Agensi akan menyediakan proyek yang dapat dikerjakan. Setelah selesai, Anda tinggal mengirimkan hasil kerja Anda melalui Internet dan Anda akan memperoleh bayaran dari hasil kerja Anda.
Manfaat lain dari Internet untuk freelancer adalah sebagai tempat untuk mempromosikan keahliannya. Maraknya situs jejaring sosial dan blog memudahkan para pekerja bebas ini tidak perlu repot mempromosikan produknya dengan brosur atau kertas yang belum tentu efektif dan membutuhkan biaya yang lebih banyak.
Berkembangnya teknologi komunikasi yang murah dan mudah telah menjembatani antara kebutuhan konsumen dengan freelancer. Dengan menggunakan SMS, email, atau messenger membuat freelancer tidak perlu menghabiskan lebih banyak uang untuk biaya transportasi menemui konsumen. Tanya jawab dan produk yang ditawarkan dapat dengan mudah dikirimkan dalam waktu yang cepat.

Enaknya Seorang Freelancer

Berbagai hal yang tidak bisa dinikmati oleh seorang pekerja sepenuh waktu (full time) menjadi hal biasa yang dapat dinikmati freelancer. Beberapa di antaranya yaitu:
  • Fleksibel waktu

    Umumnya, Anda bebas mengerjakan tugas Anda kapan saja asal bisa diselesaikan sebelum batas waktu (deadline) yang telah ditentukan. Jadi, Anda bisa libur semaunya dan bisa lebih dekat dengan keluarga. Anda juga tidak perlu pergi ke kantor yang mungkin harus melewati kemacetan yang membuat stres.
  • Tidak perlu mendapat tekanan dari atasan atau perusahaan

    Anda bekerja untuk Anda sendiri, jadi tidak ada atasan yang akan memarahi Anda atau menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda suka. Tidak ada peraturan perusahaan yang akan menyulitkan Anda. Jika Anda tidak menyukai pekerjaan tersebut, Anda cukup mencari pekerjaan lain dengan mudah tanpa ada ikatan kontrak perusahaan.
  • Pendapatan yang Lebih Besar

    Biasanya seorang pekerja lepasan mendapatkan pendapatan yang lebih besar karena semua keuntungan dapat dinikmati sendiri atau bila harus berbagi, porsinya lebih besar dibandingkan gaji yang biasa diterima. Sebagai pekerja freelance, Anda bisa mengatur sendiri besarnya pendapatan yang ingin Anda terima.

Susahnya Seorang Freelancer

Selain hal-hal yang positif, freelancer juga harus menghadapi hal negatif yang kurang menyenangkan, misalnya:
  • Tidak ada kepastian pendapatan tetap setiap bulan

    Berbeda dengan pekerja kantoran yang menerima gaji setiap bulan, freelancer harus berjuang mencari proyek agar mendapatkan penghasilan tiap bulan.
  • Siap bekerja di hari libur

    Anda mungkin harus menerima telapon atau terpaksa megerjakan proyek Anda pada hari Minggu akibat deadline yang sudah dekat. Atau pada saat orang lain sedang rekreasi, Anda terpaksa sibuk mengerjakan proyek tersebut karena pesanan pemilik proyek. Bahkan karena tidak dibatasi jam kerja, Anda harus mengerjakan pekerjaan tersebut hingga larut malam. Bahkan tidak jarang pekerja freelance tidak tidur untuk menyelesaikan proyek mereka.
  • Mengerjakan banyak hal sendiri

    Selain mengerjakan proyek yang akan dibuat, bila Anda harus mencari proyek sendiri, berarti Anda harus bertindak seperti seorang tenaga penjualan (sales), belajar berbicara yang menarik seperti seorang public relation, mengatur pemasukan dan pengeluaran uang selama mengerjakan proyek seperti seorang akuntan, dan tentunya sebagai tenaga ahli di bidang yang Anda kerjakan.

Tips Menjadi Freelancer yang Berhasil

Tidak sedikit freelancer yang gagal akibat tidak mampu mengerjakan atau mendapatkan proyek sehingga tidak menerima bayaran. Bila Anda tidak mau hal ini menimpa Anda, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, yaitu:
  • Disiplin

    Karena Anda bebas menentukan waktu untuk mengerjakan proyek Anda, bukan berarti Anda bisa bebas. Jika Anda tidak disiplin, maka proyek menjadi terbengkalai dan melewati tenggat waktu yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat diselesaikan. Disiplin waktu harus diterapkan dengan baik saat mengerjakan suatu proyek.
  • Memiliki jaringan yang luas

    Karena harus mencari proyek sendiri, maka bila Anda mempunyai lebih banyak teman, tentu dapat membantu Anda menemukan proyek yang diinginkan.
  • Perhatikan bakat dan sifat

    Tiap orang memiiki bakat dan sifat yang unik. Perhatikan hal tersebut dalam diri Anda sehingga Anda dapat menemukan bidang yang sesuai dan bukan hanya sekedar mengikuti trend. Misal: Jika Anda seorang yang pemalu bila harus menawarkan suatu produk ke teman-teman, maka menjadi seorang agen asuransi mungkin tidak cocok untuknya.
  • Customer oriented

    Konsumen dapat menjadi sarana promosi yang efektif. Bila hasil kerja Anda baik, dia tentu akan memberitahukan ke teman-temannya yang berarti menjadi calon konsumen bagi Anda.
  • Harga yang cocok

    Maraknya persaingan mungkin membuat Anda berpikir harus menurunkan biaya jasa Anda, padahal bila terlalu rendah, Anda dapat mengalami kerugian yang membuat Anda gagal. Jasa dapat ditentukan berdasarkan pengalaman dalam mebuat proyek yang sama, portfolio, testimoni dari konsumen Anda, dan lainnya.
Menjadi pekerja kantoran atau pekerja lepasan merupkan pilihan. Bakat atau sifat menentukan. Semoga Anda dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dan menikmati kebahagiaan.
Siapkah Anda menjadi seorang freelancer?

sumber :  http://kumpulan.info/uang/wirausaha/66-wirausaha/262-sukses-bekerja-freelance.html

Mataram - Lombok , NTB



Mengendarai motor itu melatih otak dan menyehatkan mental.


Kalau mengendarainya secara baik dan benar, ternyata mengendarai motor itu melatih otak dan menyehatkan mental.
Tapi kalau mengendarainya ugal-ugalan atau tanpa sopan santun (etika) sih jadinya cacat mental atau malah otak pecah :D .
Terjemahannya :
Para ilmuwan di balik software “Brain Training” yang populer mengatakan pada hari Rabu bahwa sebuah studi baru menunjukkan mengendarai sepeda motor dapat memnjaga pengendara motor tetap dengan menyegarkan otak mereka, AFP melaporkan.
Jadi jangan sedih/gundah kalau masih pake motor buat ngantor. Rumah jauh dari kantor juga bagus, karena berarti lebih banyak latihan otaknya.
Ryuta Kawashima dan tim peneliti di Yamaha Motor melakukan eksperimen yang melibatkan pria paruh baya dan menemukan bahwa mengendarai sepeda motor mengaktifkan otak pengemudi, sebagian karena memerlukan kewaspadaan.
Kawashima adalah pengembang software “Brain Training”, yang menggabungkan kuis dan permainan lainnya untuk konsol game Nintendo DS di bawah “Brain Age” nama di Amerika Utara.
Dia mengatakan bahwa pikiran manusia dan tubuh terbiasa dengan pengaturan yang rendah rintangan saat berada di lingkungan yang nyaman dan mudah.
“Kesimpulan akhir kami adalah bahwa mengendarai motor dapat menyebabkan penuaan yang cerdas,” tambahnya.
Kawashima, 49 tahun yang mengaku sebagai penggemar sepeda motor, mengutip sebuah studi baru yang dilakukan bersama oleh Yamaha dan Tohoku University yang menggali stimulasi otak yang dilaporkan pengendara sepeda motor.
Salah satu studi yang diamati 22 orang di usia 40-an dan 50-an, yang mempunyai SIM sepeda motor tetapi tidak pernah mengendarai motor selama setidaknya satu dekade.
Setelah secara acak yang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok diminta untuk melanjutkan mengendarai sepeda motor dalam kehidupan sehari-hari mereka selama dua bulan, sementara yang lain tetap menggunakan sepeda atau mobil.
Kawashima mengatakan kelompok yang mengendarai sepeda motor menghasilka nilai yang lebih tinggi dalam tes fungsi kognitif.
Tes lain dalam penelitian, memerlukan orang-orang untuk mengingat sejumlah angka dalam urutan terbalik. Mereka yang pengendara aktif menunjukkan lebih dari 50 persen peningkatan skor dalam waktu dua bulan, sedangkan tanda non-pengendara ‘memburuk sedikit.
Kawashima menyatakan bahwa kesehatan mental adalah masalah yang sangat besar di masyarakat modern
Pengendara sepeda motor juga dilaporkan lebih sedikit membuat kesalahan di tempat kerja dan perasaan secara keseluruhan lebih bahagia.
.
“Saya pikir kami membuat sesuatu menarik di sini karena data menunjukkan Anda dapat meningkatkan kondisi mental Anda hanya dengan menggunakan sepeda motor untuk bepergian.”

Senin, 24 September 2012

“10:90 Marketing”

Kenapa saya sebut “10:90 (ten-ninety) Marketing”?
Karena marketing kini tak lagi dimonopoli marketer. Dulu memang marketing 100% dilakukan oleh marketer, konsumen mendapat jatah 0%. Marketer melakukan semuanya: membuat produk unggul, menyewa agensi untuk membuat iklan, dan kemudian mem-broadcast iklan tersebut ke seluruh penjuru tanah air menggunakan TV, radio, atau koran. Sementara si konsumen hanya pasif menerima pesan-pesan iklan si marketer, sambil tentu saja dongkol karena tontonan liga Inggris kesukaannya diacak-acak.

Kini marketing berubah drastis. Marketer cukup mengerjakan 10% saja, lalu sisanya 90% dikerjakan oleh konsumen. Itu makanya saya sebut “10:90”. Marketer cukup mencipta authentic brand story, lalu menaruhnya di Youtube atau memicu percakapan di Twitter/Facebook, that’s it. Lalu konsumen lah yang bekerja keras membesarkan dan menyebarkan gelembung viral dari authentic brand story tersebut ke konsumen lain di seantero tanah air. Dalam “10:90 Marketing” yang bekerja super keras memasarkan produk bukanlah marketer, tapi konsumen.

Ada satu hukum dasar yang berlaku di dalam marketing gaya baru ini. Bunyinya sebagai berikut: “Semakin dominan campur tangan marketer dalam memasarkan produk/merek, maka semakin tumpul dampak marketing yang tercipta. Sebaliknya, semakin banyak keterlibatan konsumen, maka sukses pemasaran yang dicapai akan semakin powerful. Karena hukum itu maka “10:90 Marketing” pasti lebih ampuh dari “30:70 Marketing”. Dan “30:70 Marketing” pasti lebih powerful dari “60:40 Marketing”. Ingat: “Your most powerful marketer is your customers.”
Anda pasti masih bingung. Oke, agar lebih gampang memahaminya, coba kita lihat dua kasus pemasaran super hebat yang terjadi minggu ini. Pertama adalah kemenangan Jokowi di Pemilu DKI. Kedua adalah heboh viral Gangnam Style yang kini menjangkiti dunia.

Jokowi
Jokowi menang dari Foke karena kekuatan “10:90 Marketing”. Yang dilakukan Jokowi dan tim suksesnya sesungguhnya sederhana saja:
pertama, membangun “produk unggul”;
kedua, menciptakan “authentic brand story”, that’s it.
Sisanya, masa pemilihlah yang bekerja keras memenangkan Jokowi. Bekal dua  hal itu sudah lebih dari cukup untuk menggerakkan “laskar WOM” (“word of mouth” maksudnya) yang mengarahkan para pemilih untuk mencoblos no.3 di hari pemungutan suara.

Apa “produk unggul” Jokowi?
Prestasi Jokowi selama menjadi walikota Solo mulai dari kampanye city branding “Solo: The Spirit of Java”, relokasi pasar yang manusiawi, hingga dukungan terhadap mobil Esemka yang meroketkan namanya di kancah politik nasional.
Lalu apa “authentic brand story” Jokowi?
Jokowi menjadi ikon pemimpin yang merakyat, hobi turun ke lapangan, mendengar keluh-kesah masyarakat, sosok pribadi yang sederhana dan apa adanya.

Siapa yang “mengarang” seluruh cerita di seputar keikonan Jokowi? Yang membuat cerita tak lain adalah masyarakat (baca: konsumen) melalui cerita dari mulut ke mulut (WOM) secara natural dan otentik di kalangan tukang becak, obrolan di warung Tegal, hingga diskusi-diskusi di kampus (yup, cocreate your brand story!). Inilah yang dalam teori pemasaran WOM disebut wisdom of crowd. Awalnya adalah cerita dari mulut ke mulut, tapi karena menyebar dan diterima secara luas, maka kemudian dianggap sebagai kebenaran.
Dengan modal prestasi masa lalu dan cerita otentik itu, viral keikonan Jokowi merambat cepat ke seluruh penjuru tanah air menjelang hari H pencoblosan. Di sinilah massa pemilih bekerja keras menyebarkan cerita-cerita keikonan Jokowi baik secara offline (dari mulut ke mulut) maupun secara online (melalui ranah internet). Media sosial seperti YouTube, blog, Facebook, Twitter, Youtube, hingga BBM menjadi tools ampuh yang memungkinkan massa pemilih demikian gampang menyebarkan cerita mengenai keikonan Jokowi.
Singkatnya, sebagian besar pemasaran Jokowi di Pilkada DKI bukanlah dilakukan Jokowi dan tim suksesnya, tapi dilakukan secara voluntir, natural, dan otentik oleh massa pemilihnya melalui penyebaran WOM yang powerful. Jokowi melakukan 10% pekerjaan, sisanya 90% dilakukan oleh massa pemilihnya.
 =========================================================
Gangnam Style
Fenomena demam Gangnam Style setali tiga uang. Lagu dan gaya tari yang dirilis pertengahan Juli 2012 ini mencapai sukses pemasaran luar biasa di seluruh dunia karena keampuhan “10:90 Marketing”. Gaya tari baru asal Korea yang digagas rapper Psy ini kini memecahkan Guiness World Record sebagai The the Most ‘Liked’ Video in YouTube History yang hingga minggu ini ditonton 235 juta kali. Seperti halnya Jokowi, pemain utama pemasaran Gangnam Style bukanlah Psy atau label rekaman yang mengusungnya, tapi para penikmat tarian baru itu di lima penjuru benua.

Apa produk unggul Gangnam Style?
Tak lain adalah lagu yang nge-beat dan jenaka; juga tentu tarian Gangnam Style (tari gaya “menunggang kuda”) yang unik, fresh, dan agak nyleneh dari tarian yang selama ini ada.
Lalu apa authentic brand story dari Gangnam Style?
Tak lain adalah cerita-cerita yang melingkupi tarian ini: mulai dari cerita mengenai distrik Gangnam (kawasan Baverly Hills-nya Seoul); satire gaya hidup konsumtif yang menjadi tema lagu/tari ini; hingga tampang Psy yang “anti K-pop idol” alias berlawanan dengan umumnya sosok K-pop ikon yang keren dan imut.
Kunci sukses pemasaran Gangnam Style adalah peran massif dari para laskar WOM di seluruh dunia. Diawali dari kalangan powerful influencers yaitu para selebriti dunia seperti Robbie Williams, T-Pain, Katy Perry, Tom Cruise, Britney Spears hingga Nelly Furtado. Para selebriti yang sangat powerful di media sosial dan media konvensional inilah viral deman Gangnam Style dipicu.
Aksi early influencers ini kemudian disusul dengan aksi laskar WOM yang secara voluntir dan genuine mempromosikan tarian ini. Aksinya macam-macam. Bisa melalui cuit-cuit di Twitter dan Facebook, meng-upload video Gangnam Style tiruan dan versi parodi, atau membikin aksi flash mob (termasuk flah mob Gangnam Style di Bunderan HI yang melibatkan 800-an orang beberapa waktu lalu). Seperti halnya Jokowi, Psy dan timnya melakukan 10% pekerjaan, sisanya 90% dilakukan oleh massa konsumennya di seluruh dunia.
Jadilah marketer cerdas seperti Jokowi dan Psy. Mereka begitu cantik dan piawai memperalat konsumennya (yup, community of evangelists) untuk memasarkan diri dan produk mereka. Ingat hukumnya: marketer cerdas cukup kerja 10%; 90% sisanya diserahkan ke konsumen.
 yuswohady